Anda suka berolahraga dan rutin melakukannya? Bagus! Itu berarti Anda sudah menentukan pilihan tepat untuk menjaga kebugaran.
Tetapi, apakah Anda selalu mengukur deyut nadi selama ini? Kalau belum
lebih baik Anda menjadikannya sebuah kebiasaan mulai sekarang. Karena
menurut dr. Ade Tobing, SpKO dari Bagian llmu Kedokteran olahraga
FKUI-RSCM, mengetahui denyut nadi merupakan dasar untuk melakukan
latihan fisik yang benar dan terukur. "Dari denyut nadi, dapat diketahui
intensitas atau seberapa keras seseorang melakukan latihan. Atau
seberapa keras jantungnya bekerja."
secara umum, yang perlu Anda perhatikan dalam olahraga adalah frekuensi
dan intensitas. Frekuensi adalah berapa kali seminggu seseorang
melakukan olahraga. Sedangkan intensitas dilihat dari denyut nadi.
Sebenarnya ada banyak cara untuk mengukur denyut nadi. Salah satu metode
yang di-anggap efektif untuk menentukan denyut nadi adalah Formula
Karvonen. Menurut metode ini, denyut nadi dapat diukur melalui pem-buluh
arteri radialis yang ada di pergelangan tangan atau pembuluh arteri
carotis yang ada di leher. Tetapi, yang umum digunakan adalah melalui
pergelangan tangan.
Pertama-tama yang perlu Anda ketahui adalah denyut nadi normal Anda.
Hasilnya dapat diperoleh dengan menghitung denyut nadi saat bangun pagi,
sebelum melakukan aktivitas apapun. Hasil ini juga sering disebut
denyut nadi istirahat (resting heart rate). Agar diperoleh hasil yang
akurat, Sebaiknya pengukuran dilakukan tiga hari berturut-turut.
Kemudian, ambil rata-ratanya.
"Kalau denyutnya di atas 100, berarti ada sesuatu yang tidak beres.
Mungkin Anda sedang demam, sakit tenggorokan, akan haid, atau ada
masalah lain." Sebelum berolahraga, Anda Sebaiknya juga mengukur denyut
nadi. Bila di atas 100, Sebaiknya Anda tidak berolahraga dulu. Kemudian,
di tengah latihan inti, diukur lagi. Kalau melebihi zone latihan
(li-hat boks), Sebaiknya Anda mengurangi intensitas latihan. Misalnya,
mengurangi kecepatan lari. "Sedangkan bila denyutnya di bawah zone
latihan, berarti latihan yang Anda lakukan sia-sia. Anda cuma dapat
capeknya." Namun, pengukuran saat latihan ini hanya dapat dilakukan pada
olahraga
Cara Menghitung
1. Tempel dan tekankan (Jangan terlalu keras) tiga jari (telunjuk,
tengah, manis) salah satu tangan pada pergelangan tagan yang lain.
Temukan denyut nadi anda. Setelah itu, barulah Anda mulai menghitung.
2, Hitunglah denyut nadi Selama 15 detik. Kemudian, hasilnya dikalikan 4.
Angka-angka Itu
- Denyut nadi normal: 60 - 100/menit
- Denyut nadi maksimal: 220 - umur
- Zone latihan (training zone; yaitu
tingkat intensitas dimana Anda bisa berolahraga): 70% - 85% dari denyut nadi maksimal
Yang Mudah & Sulit DiuKur
Olahraga tipe 1 : tidak memerlukan ke-trampilan khusus dan denyut nadi mudah diukur Misalnya: jogging, lari, bersepeda
Olahraga tipe 2 : memerlukan ke-trampilan dan denyut nadi sulit diukur Misalnya: senam aerobik, berenang
Olahraga tipe 3 : olahraga permainan dan denyut nadi sangat sulit diukur. misalnya: tenis, basket, bulutangkis
tipe 1, seperti jogging atau lari. Setelah latihan, kembali denyut
nadi diukur. Kalau sudah kembali ke denyut normal, berarti Anda sudah
boleh mandi.
Pengukuran denyut nadi ini dapat disetarakan dengan talk-test. Caranya
mudah. Selama Anda berjalan atau berlari, cobalah berbicara ke
rekan-rekan Anda, Kalau terengah-engah, berarti Anda sudah melewati zone
latihan Anda. Kurangi intensitasnya.
Jadi, jelas, bukan, betapa pentingnya pengukuran denyut nadi? Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mengoptimalkan latihan Anda. dari (jadilangsing.com)